Oleh: Tafan Juristian Putra
Ketua Koperasi Sembangin Community Metawork
Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-77 di Batam, Kepulauan Riau, menjadi momentum tepat untuk merefleksikan peran vital koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Dengan 24,44 juta anggota dan volume usaha mencapai lebih dari Rp285 triliun, koperasi telah membuktikan diri sebagai kekuatan ekonomi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sebagai pelaku koperasi di Kepri, saya menyaksikan langsung bagaimana koperasi menjadi pendorong usaha rakyat untuk terhubung ke dalam rantai pasok industri nasional. Koperasi Sembangin Community Metawork, yang saya pimpin, adalah bukti nyata bagaimana prinsip gotong royong dapat bersinergi dengan teknologi modern untuk menciptakan dampak ekonomi yang signifikan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam sambutannya di acara puncak Harkopnas, menekankan pentingnya koperasi menghadapi tantangan disrupsi digital. Saya sangat setuju dengan pandangan beliau bahwa digitalisasi sejatinya sejalan dengan prinsip koperasi yang berbasis keanggotaan dan jaringan.
Transformasi digital koperasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Penandatanganan MoU antara DEKOPIN dengan Telkomsel serta peluncuran Ekosistem Digital Koperasi Unit Desa (KUD) dalam Supply Chain Terintegrasi adalah langkah strategis yang harus kita dukung penuh. Ini adalah jalan menuju Indonesia Emas 2045.
Namun, di tengah arus digitalisasi, kita tidak boleh melupakan esensi koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi rakyat. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang menerima penghargaan Bintang Abhinaya Jagadhita, telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam mendukung gerakan koperasi di daerah. Ini adalah teladan yang perlu diikuti oleh pemimpin daerah lainnya.
Sebagai generasi milenial yang aktif dalam gerakan koperasi, saya menyambut baik seruan Menko Airlangga agar DEKOPINDO menggencarkan gerakan koperasi di kalangan anak muda. Literasi digital yang tinggi di kalangan milenial adalah modal berharga untuk memajukan koperasi di era digital.
Tantangan terbesar kita saat ini adalah meningkatkan daya saing koperasi. Seperti yang dikatakan Menko Airlangga, koperasi yang survive adalah koperasi yang menguasai market share. Untuk itu, kita perlu belajar dari kesuksesan koperasi di negara lain, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan kita.
Di Koperasi Sembangin Community Metawork, kami telah merasakan manfaat dari program digitalisasi yang didukung Dinas Koperasi Provinsi Kepri. Efisiensi operasional meningkat, jangkauan pasar meluas, dan yang terpenting, kesejahteraan anggota terus membaik.
Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk bergabung dalam gerakan koperasi. Koperasi bukan hanya tentang keuntungan ekonomi, tapi juga tentang membangun kemandirian dan solidaritas sosial. Di era digital ini, koperasi menawarkan platform ideal untuk mengembangkan potensi wirausaha sekaligus berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.
Mari kita jadikan momentum Harkopnas ke-77 ini sebagai titik balik kebangkitan koperasi di era digital. Dengan semangat gotong royong yang menjadi ruh koperasi, ditopang teknologi mutakhir, saya yakin koperasi akan menjadi pilar utama dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif, berdaulat, dan mandiri menuju Indonesia Emas 2045.





Comment