Tanjungpinang, suarakepri.com – Situasi di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang mendadak mencekam. Kepala Lapas, Porman Siregar, diduga melakukan pemukulan terhadap seorang warga binaan berinisial ZA usai ditemukan sebuah handphone di dalam blok hunian.
Sumber internal Lapas menyebut, kejadian bermula ketika petugas menemukan ponsel yang diduga milik ZA. Namun, napi tersebut menolak mengakui kepemilikannya. Kalapas yang emosi disebut-sebut langsung melakukan tindakan kekerasan hingga memicu keributan antarwarga binaan.
“Selain dia yang mukul, ada napi lain juga yang ikut tersulut. Situasi sempat panas,” ujar sumber media ini yang enggan disebutkan namanya.
Informasi yang diperoleh suarakepri.com, aksi pemukulan ini bukan yang pertama kali dilakukan Kalapas. Sejumlah WBP mengaku pernah menjadi korban sikap arogan sang kepala lembaga.
Pasca insiden tersebut, kondisi di dalam Lapas sempat tak terkendali sebelum akhirnya diamankan oleh petugas.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau, Aris Munandar, membenarkan bahwa Porman Siregar telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya.
“Yang bersangkutan sudah kami tarik ke Kanwil. Situasi Lapas kini aman dan kondusif,” tegas Aris, Jumat (7/11/2025).
Pihak Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan juga telah memberikan arahan kepada seluruh petugas agar tetap menjaga keamanan serta tidak melakukan tindakan yang melanggar etika dan nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam arahannya beberapa waktu lalu menegaskan pentingnya pelayanan humanis dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan di seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia.
“Jangan biarkan persoalan kecil berkembang menjadi masalah besar seperti yang baru saja terjadi,” ujarnya.
Penulis: Thafan Casper



Comment