Tanjungpinang, suarakepri.com- Dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kepulauan Riau (Kepri) melalui program INKLUSI menggelar acara special event di Trans Studio Garden, Minggu (10/11).
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.
Dilokasi. Manajer Layanan PKBI Kepri, Septi Nurul Parida menyampaikan urgensi peran semua pihak dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak.
“Peringatan Hari Anti Kekerasan ini adalah momen penting untuk mengingatkan kita semua bahwa perempuan dan anak-anak memiliki hak yang harus dihormati dan dilindungi,” kata Septi.
Dirinya juga menerangkan, kegiatan kali ini mengambil tema “Bersama Melawan Kekerasan : Aksi Nyata, Perubahan Nyata” dimana maksud dari tema tersebut adalah berkolaborasi dalam tindakan konkret untuk memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak, menciptakan lingkungan yang aman, dan mempromosikan perubahan positif dalam masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, kita dapat membangun kesadaran kolektif dan bersama-sama menciptakan perubahan positif dalam perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak di Provinsi Kepulauan Riau,” tambah Septi.
Tafan Juristian Putra salah seorang relawan PKBI Kepri juga turut berbicara tentang peran relawan dalam mendukung upaya pencegahan kekerasan.
“Kami sebagai relawan berkomitmen untuk aktif terlibat dalam memberikan edukasi dan dukungan kepada mereka yang membutuhkan, sehingga kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak-anak,” ungkap Tafan.
Acara ini dihadiri langsung oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar, ibu rumah tangga, dan pekerja. Selain sesi pidato dan diskusi, kegiatan ini juga menampilkan perjalan kegiatan yang dilakukan oleh PKBI Kepri demi memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak.
“Peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini menjadi langkah konkret PKBI Kepri dalam membangun gerakan bersama menuju masyarakat yang lebih adil dan aman bagi semua,” pungkas Tafan.
Puncak kegiatan utama dalam acara tersebut adalah deklarasi perempuan pembela hak asasi manusia yang disampaikan oleh 45 perempuan dari berbagai kalangan, diantaranya terdapat perempuan sosial perwakilan kelompok rentan (waria dan PSP) yaitu saudari Jupe dan Yana.
Adapun instansi pemerintah yang turut hadir yaitu Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri, BNN Kota, Lapas Narkotika Tanjungpinang, Polres Tanjungpinang, BABINSA Pinang Kencana, Dinkes Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang, Rutan Kelas 1 Tanjungpinang,
Sedangkan dari non pemerintah yaitu Koperasi Morika Mandiri, Komunitas Waria, Forum Keluarga Waria, dan Forum Remaja. Kegiatan ini juga mendapatkan sponsor dari Wardah, Morinaga, dan Koperasi Rumpun Usaha Sehati.
Penulis : Thafan Casper







Comment