Sekian Lama Baru Terkuak, Predator Anak Mengakui Perbuatannya

Tanjungpinang, suarakepri.com – Selama enam tahun menyembunyikan aksinya, perbuatan tercela SR (55) akhirnya terbongkar oleh pihak keluarga.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh orangtua korban kepada awak media Suara Kepri, dan menyayangkan perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oleh SR selaku orang terdekat korban (kakek tiri).

banner 336x280

Awalnya, aksi bejat tersebut baru terungkap ketika orangtua korban mencurigai adanya perubahan tingkah laku dari anaknya (korban) yang saat ini berumur 16 tahun. Setelah didesak berkali kali, akhirnya korban mengakui telah dicabuli oleh SR sejak tahun 2016 di kediaman rumahnya.

“Setelah mendengar hal itu, saya langsung menghubungi SR, dan pelaku mengakui telah melakukan pencabulan kepada cucunya dikediaman rumahnya,” ujar orangtua korban.

Tidak terima dengan perbuatan pelaku, orangtua korban melapor ke Polres Tanjungpinang.

Dari hasil perkembangan kasus, ternyata masih terdapat korban lainnya yang juga keluarga dekat SR. Sehingga korban diketahui saat ini berjumlah tiga orang dengan masing-masing umur 16, 12, dan 11 tahun.

Selanjutnya, pada hari Jumat, tanggal 04 Februari 2022 Polres Tanjungpinang menggrebek dan membawa tersangka SR dari kediaman rumahnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Namanya orangtua pasti terkejut ketika anaknya menjadi korban pelecehan seksual, ditambah lagi yang melakukannya masih orang terdekat. Saya sebagai orangtua menyerahkan hal ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan menginginkan agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” pungkas orangtua korban.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Awal Sya’ban Harahap membenarkan terkait penangkapan pelaku SR.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari keluarga korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan kemudian menerima informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku di sebuah rumah di Kampung Bugis.

“Kami langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku, kemudian dilakukan interogasi. Pelaku telah mengakui perbuatannya, saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut” ucapnya, Sabtu (5/2).

Atas perbuatannya, pelaku dapat dikenakan pasal 82 ayat ( 2 ) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 01 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan hukuman 5 sampai 15 tahun.

Comment