Tidak Memenuhi Panggilan Pertama Persidangan, Nutrimax Tanjungpinang Terkesan Menghindar

Tanjungpinang, suarakepri.com – Setelah melaporkan PT. Suryaprana Nutrisindo cabang Tanjungpinang atau yang lebih dikenal dengan Nutrimax ke Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM (DisnakerKoUKM) Tanjungpinang, pihak korban melanjutkan permasalahan tersebut ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Sabtu (24/10).

Hal ini disampaikan langsung oleh Musrini Rahmayanti, SH selaku Kuasa Hukum dari Yuniati, dan menjelaskan terkait keputusan pihaknya untuk melaporkan pihak perusahaan ke PHI.

banner 336x280

Menurutnya, langkah ini terpaksa diambil dikarenakan selama mediasi dengan DisnakerKoUKM Tanjungpinang, pihak perusahaan tidak mampu memenuhi panggilan dan syarat yang diajukan oleh kliennya. Bahkan permasalahan tersebut juga sudah sampai ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau.

“Setelah mencoba untuk melakukan mediasi beberapa kali, ternyata pihak perusahaan tidak mampu memenuhi apa yang menjadi permintaan dari klien saya, sehingga permasalahan ini terpaksa kami laporkan ke PHI,” Ungkap Musrini.

https://www.sipp.pn-tanjungpinangkota.go.id/index.php/detil_perkara

Masih sambungnya. Untuk jadwal persidangan seharusnya pada hari Kamis tanggal 22 September 2022 jam 09:00 WIB sudah akan dilaksanakan persidangan tahap awal. Namun dikarenakan pihak perusahaan tidak datang tanpa penjelasan, maka akan ada pemanggilan ulang.

“Dikarenakan Pihak perusahaan tidak memenuhi panggilan yang telah dijadwalkan dan ditentukan dari release panggilan sidang, jam 09:00 WIB. Maka proses sidang tetap dilanjutkan tanpa kehadiran pihak perusahaan, dan dibuka oleh Majelis Hakim dengan agenda sidang pemeriksaan legal standing PT. Suryaprana Nutrisindo. Selanjutnya akan ada upaya pemanggilan ulang terhadap perusahaan yang direncanakan pada hari Kamis tanggal 29 September 2022,” Ujar Musrini.

Tambahnya. Adapun yang menjadi tuntutannya kepada pihak perusahaan yaitu menginginkan dan meminta hak kliennya yang sampai saat ini belum dipenuhi oleh perusahaan, seperti uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak sebagaimana tersebut di dalam UU ketenagakerjaan, dan mengembalikan ijazah yang msh di tahan oleh perusahaan.

“Kami masih mengharapkan etikad baik dan kedatangan pihak perusahaan agar memenuhi panggilan persidangan selanjutnya. Semoga pihak perusahaan lebih kooperatif dan serius menanggapi permasalahan ini,” Harap Musrini.

Dilain pihak. Ondo Simarmata selaku legal PT. Nutrimax pada saat dikonfirmasi pada hari Jumat tanggal 23 September 2022 mengenai ketidakhadiran pihak perusahaan dalam memenuhi panggilan persidangan terkesan menghindar dan mempertanyakan tim media suarakepri.com terkait informasi yang diperoleh.

“Namanya siapa pak, Bagian apa teman bapak,” ujar Ondo pada saat tim media suarakepri.com mencoba memintai keterangan terhadap ketidakhadiran pihak perusahaan yang tidak memenuhi panggilan PHI melalui via WhatsApp.

Selain itu, Ondo juga membantah pihaknya menghindari kasus yang tengah dihadapi, dan tidak memberikan informasi pasti alasan pihaknya tidak memenuhi panggilan persidangan.

“Bahasa bapak gak konsisten, tidak ada menghindari,” tutup Ondo.

Selanjutnya, Fitri Yenti selaku Leader Nutrimax cabang Tanjungpinang pada saat dimintai keterangan melalui via WhatsApp pada hari Jum’at tanggal 23 September 2022 hingga berita ini dinaikkan, masih belum memberikan penjelasan dan bungkam.

Comment