Tanjungpinang, SuaraKepri – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Muhammad Syahrial, SE turut bersuara dengan adanya Visi-Misi salah satu pasangan calon ((Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang dalam debat putaran pertama.
Dalam debat terbuka Paslon Pilwako Tanjungpinang, Paslon Nomor urut satu menyatakan Visi-Misi pengadaan buku dan baju sekolah gratis pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Iyai, secara tegas menyatakan bahwa peraturan itu akan berbenturan dengan peraturan atau program pemerintah pusat.
“Untuk yang belum tahu atau paham, kenapa Pemerintah kabupaten/kota tidak bisa lagi menganggarkan bantuan seragam sekolah dan buku gratis bagi siswa tidak mampu, sebaiknya baca situs resmi resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang Program Indonesia Pintar (KIP),” ujarnya pria yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDI Perjuangan Kota Tanjungpinang.
Pria kelahiran asli Kota Tanjungpinang ini memposting penjelasan ini di akun resmi medsosnya, Facebook, lengkap dengan link aturan atau program KIP.
“Agar tidak gagal paham, karena sudah dianggarkan melalui APBN melalui Program Indonesia Pintar dan program tersebut sudah berjalan di kota Tanjungpinang sejak tahun 2017,” ungkapnya.
Sehingga, ia pun menilai bahwa visi-misi itu akan sia-sia, dan jangan sampai menjadi dugaan atau sinyalir pembodohan bagi masyarakat dalam perolehan simpatisan atau suara rakyat.
“Orang tua-tua kita sudah ingatkan dalam syair lagu Lancang Kuning : ‘Kalau nakhoda kuranglah paham alamatlah kapal akan tenggelam’,” ungkap pria yang mencalonkan diri sebagai calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Pemilu 2019. (Pian)





Comment