by

Geopark Natuna, Berlian di Perbatasan

-Style, Video, Wisata-666 views

Keindahan Alam Natuna, kini dikenal secara Nasional maupun Mancanegara. Salah satu Kabupaten di Kepulauan Riau ini, memiliki Obyek wisata menarik untuk dijelajahi.

Batu Kasah, Pulau Senua, Tanjung Senubing, Pulau Akar, Pulau Setanau, Pantai dan Goa Bamak, Tanjung Datuk, dan Gunung Ranai, merupakan Situs Geosite yang kini menjadi obyek wisata unggulan Kabupaten Natuna.

Kedelapan Situs tersebut, juga telah ditetapkan sebagai taman Bumi atau Geopark Nasional oleh Komite Nasional Geopark Indonesia pada tahun 2018.

Geosite Pantai Batu Kasah

Geosite Pantai Batu Kasah Merupakan Salah satu Geosite yang ramai dikunjungi wisatawan. Pantai ini menjadi tempat menghabiskan akhir pekan, oleh masyarakat Natuna.

Hamparan Pantai yang cukup luas, air laut yang jernih, Bongkahan Batu Granit raksasa, Pemandangan gunung dan lautan luas, menjadi keunggulan di geosite ini.

Selian itu, di Pantai batu Kasah, juga telah dibangun sarana pendukung seperti, Mushola, Kamar Bilas, WC, Gazebo dan ruang Infromasi.

Geosite Pulau Akar

Pulau Akar merupakan tumpukan bebatuan menyerupai pulau seluas 50 meter persegi. Jaraknya pun cukup dekat dengan bibir pantai Cemaga.

Terpisah dari Pulau Bunguran Besar Natuan, Pulau Akar memiliki Pemandangan Indah Laut Lepas. Pulau Mungil terletak di Desa Cemaga ini juga memiliki keunikan yaitu, beberapa Pohon yang akarnya ada dipermukaan tanah
Selain itu, Tumpukan batu Fluvial Geosite Pulau Akar telah di teliti mencapai 188-144 Juta Tahun yang lalu.

Geosite Tanjung Senubing

Geosite Senubing masuk wilayah Kelurahan Ranai Kecamatan Bunguran Timur, dengan struktur batuan granit yang telah di teliti berumur lebih kurang 125-66 juta tahun yang lalu.

Geosite Tanjung Senubing, merupakan salah satu Geosite yang paling dekat dengan Ibu Kota Ranai, Kabupaten Natuna. Dari Hotel atau penginapan, hanya perlu waktu 10 – 15 menit untuk mencapai geosite, yang terkenal dengan pesona hamparan Batu Granit yang cantik.

Kawasan Senubing, yang lebih dikenal dengan sebutan Batu Sindu, oleh masyarakat sekitar, memiliki Panorama alam yang indah. Bentangan laut luas, batu granit raksasa, sangat indah dilihat dari ketinggian.

Geosite Pulau Senua

Pulau Senua merupakan salah satu Geosite yang terletak di desa Sepempang Kecamatan Bunguran Timur, Natuna. Pulau Senua juga termasuk salah satu pulau terluar NKRI yang ada di Kabupaten Natuna.

Keunggulan dari Geosite ini adalah memiliki pantai berpasir putih dan landai serta panorama alam yang indah. Selain itu, di Pulau Senua juga terdapat bebatuan yang memiliki struktur batuan sedimen laut dalam yang berumur lebih kurang 163-88,5 juta tahun yang lalu. Pulau Senoa juga menjadi tempat berkembang biak Penyu.

Saat ini, Pulau Senua juga menjadi salah satu obyek wisata unggulan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Setiap tahun, Dinas Pariwisata Provinsi Kepri dan Dinas Pariwisata Natuna mengadakan Festival Pulau Senua. Festival ini di selenggarakan dalam upaya mempromosikan Potensi yang ada di Obyek Wisata Pulau Senua.

Gesite Pantai dan Goa Bamak

Berjarak lebih kurang 45 km dari Ibu kota Kabupaten Natuna, Goa Bamak salah satu Obyek wisata unggulan.

Terletak di Desa Pengadah, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Geosite ini memiliki Goa di celah bebatuan. Goa yang bernama Goa Bamak memiliki keunikan, di saat air laut pasang, bagian dasar Goa seperti sungai, karena digenangi air laut, dan kembali mengering dikala air laut surut.

Tidak hanya itu, di Geosite ini juga terdapat bebatuan sedimen fluvial yang telah diteliti berumur lebih kurang 38-5,1 juta tahun yang lalu.

Selian itu, di bagian teluk Geosite ini memiliki air yang jernih, hamparan batu karang dengan beragam kehidupan bawah laut, sangat cocok untuk berenang dan snorkeling.

Geosite Tanjung Datuk

Geosite Tanjung Datuk Memiliki kesamaan dengan Geosite Goa Bamak, Batuan sedimen Fluvial di Geosite Tanjung Datuk juga diperkirakan berumur lebih kurang 38-5,1 juta tahun yang lalu.


Terletak di Desa Teluk Buton kecamatan Bunguran Utara, Tanjung Datuk kini menjadi salah satu Destinasi Wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

Keistimewaan dari Tanjung Datuk adalah, tebing di kawasan ini seperti relief pahatan yang sangat menakjubkan.


Geosite Tanjung Datuk juga terdapat hamparan batuan yang sampai ke bibir pantai. Batuan ini juga menjadi pemecah ombak alami dikala musim angin utara yang terkenal ganas.

Namun, pecahan ombak angin utara yang mencapai 2 meter dari permukaan batu saat menghempas bebatuan tersebut bisa menjadi Background poto yang indah.

Geosite Gunung Ranai

Gunung Ranai memiliki tinggi sekitar 1.035 mdpl, dan merupakan gunung tertinggi di Kabupaten Natuna.

Terletak di Kecamatan Bunguran Timur, puncak Geosite Gunung Ranai terdapat Batu Granit yang cukup besar dan air terjun yang indah.

Di sekeliling gunung juga di tumbuhi beraneka pepohon. Selain itu, gunung Ranai menjadi rumah bagi primata asli Natuna yakni, Kekah.
Untuk menikmati geosite gunung Ranai, pengunjung harus menembus jalan setapak dari perkampungan Ranai Darat.

Medan jalan berbatu dan turun naik akan menjadi tantangan bagi pencinta hiking atau mendaki gunung.

Udara dingin berkabut dipagi hari akan menjadi pemandangan yang menakjubkan. Semua gugusan pulau diwilayah Kabupaten Natuna juga tampak dari puncak gunung ini.

Geosite Pulau Setanau

Pulau Setanau terletak di Desa Sabang Mawang Kecamatan Pulau Tiga. Pulau Setanau merupakan Geosite yang paling jauh dari Kota Ranai, Ibukota Kabupaten Natuna.

Untuk ke lokasi, dari Kota Ranai, pengunjung harus ke Pelabuhan Selat Lampa dengan waktu tempuh sekitar 1 Jam. Kemudian dilanjutkan mengunakan perahu lebih kurang15 menit.

Pulau Setanau merupakan pulau kecil berpasir putih dan landai. Selain itu, karang di laut Pulau Setanau juga terjaga kelestariannya, sehingga sangat cocok untuk aktifitas snorkeling atau diving.

Dari Geosite Pulau Setanau, pengunjung juga bisa melihat tebing batuan kapur selat Lampa yang jaraknya lumayan jauh di sebarang. Pulau pulau di sekitar Geosite ini turut menjadi pemandangan yang cukup menawan.

Dengan keindahan alam yang Indah dengan kekayaan alam yang terkandung didalamnya. Wajar, jika pemerintah kabupaten Natuna mengusulkan berlian di Ujung utara ini menjadi UNESCO Global Geopark.

Untuk mempersiapkan dan pengembangan Natuna sebagai Geopark UNESCO, Pemerintah Natuna telah mengandeng beberapa pihak, Salah satunya adalah SKK Migas.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Perwakilan Sumbagut dan KKKS Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) ini, turut berkontribusi dalam pengembangan Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark.

Melalui Dana CSR, secara berkelanjutan SKK Migas membangun sarana pendukung di geosite, sebagai langkah pengembangan kawasan Geopark Natuna.

Seperti, Penataan Kawasan Pantai Piwang dengan menyediakan ruang terbuka hijau, taman bermain dan sarana olahraga sebagai upaya SKK Migas membantu Pemerintah Natuna membangun infrastruktur di Kabupaten berjuluk Laut Sakti Rantau Bertuah ini.

Selain itu, terdapat juga dukungan Hulu Migas lainnya yakni pembangunan Landmark, sosialisasi Geopark, pemasangan rambu-rambu Geopark dan pengembangan fasilitas umum yang tersebar di beberapa titik.

Diharapkan, pihak Hulu Migas tetap berkontribusi dalam mendorong pengembangan Kawasan Geopark Natuna, dan menjadi contoh bagi perusahaan lainnya untuk sama sama membangun Berlian diujung utara menjadi Distinasi Wisata unggulan nusantara. (M.Rozali)

Comment

Berita Lainnya