
Lingga Suarakepri.com – Akibat tulisan “Usai Turun Di Jagoh, Mahasiswa Keluhkan Oknum Taksi Yang Bandel” di Akun CERITAKEPRI,BLOGSPOT.COM, menuai kecaman keras dari netizen bahkan tokoh pemuda dan persatuan supir mobil Jagoh, Sabtu (25/04/20).
Ketua Melayu Raya (Hi-Melaya) Korwil Kabupaten Lingga, Zuhardi mengecam keras atas tulisan itu, bahkan ia menyebutkan seharusnya oknum mahasiswa yang dibantu kepulangannya harus bersyukur dan sadar diri, sebab oknum mahasiswa tersebut masih bisa berkumpul bersama keluarga.
“Saya atas nama ketua melayu raya, dan anak kampung mengecam keras dengan sikap oknum mahasiswa itu yang tidak memiliki rasa malu, sudah dibantu malah melunjak, mereka masih mending bisa pulang, coba lihat masyarakat Lingga yang sampai hari ini terlantar diperantauan tidak dapat pulang, pikir dulu sebelum bicara,” kata Zuhardi kepada Suarakepri.com.
Zuhardi yang selama ini memilih diam, akhirnya angkat suara, menyuarakan membela harga diri supir mobil jagoh yang dianggapnya sudah dilecehkan oleh oknum mahasiswa tersebut.
Menurut Zuai sapaan akrabnya, para supir mobil di Jagoh, tidak perna menunjukkan sifat tercela ataupun seperti yang disebutkan oleh oknum mahasiswa itu, yang ada jelas dia, jika terdapat penumpang yang tidak memiliki ongkos, para supir tidak perna keberatan untuk memberikan tumpangan.
“Apa yang sudah diberikan oleh pemerintah kita untuk saudara-saudara saya sopir mobil ini, hingga harga diri mereka harus dipampang di halayak luas oleh oknum mahasiswa itu, seolah mereka tidak memiliki belas kasihan,” geram dia.
Seharusnya jelas Zuai, mahasiswa harus menjadi garda terdepan menyuarakan hak masyarakat, jika perlu tegas dia satu masyarakat yang tidak angkat koper, seribu mahasiswa harus menyuarakan pembelaan.
“Hati siapa yang tidak teriris, air mata yang mana tidak terurai, disaat kalian para mahasiswa dipulangkan menggunakan kapal, tapi masyarakat yang sudah datang ke pelabuhan berharap diajak pulang tapi harus ditinggalkan begitu saja, tampa ada satu pun mahasiswa yang bersuara, itukah yang namanya adil?,” ujar dia.
Selain itu, Zuai meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lingga untuk melakukan hak yang sama kepada masyarakat Lingga yang terlantar di Tanjungpinang dan daerah lainnya, ia menyebutkan untuk tidak tebang pilih dalam kebijakan untuk rakyat.
“Banyak keluhan rakyat atas kebijkan yang di ambil Pemkab Lingga, Jika tidak mau memikul beban, ya jangan di tanggapi, tapi jiika tinggapi maka siap untuk dipikul, itu baru petarung untuk rakyatnya,”
Sementara itu, hingga malam tadi masyarakat Lingga yang tidak dapat pulang, masih menyuarakan haknya untuk dipulangkan ke kampung halaman, tidak tanggung-tanggung, bahkan masyatakat tersebut mengancam jika Pemkab Lingga tidak memulangkan mereka, mereka akan tetap bertaan dan menginap di Pelabuhan Roro Dompak hingga ada keputusan pasti.
“Kami ini masyarakat Lingga Pak Bupati, kami tidak bekerja di sini, kami bekerja di kampung, karna ada urusan disini kami ikut terjebak, anak bini kami dikampung pak Bupati Lingga, kalau belum ada keputusan kami bersama yang lain akan menginap disini saja,” jerita masyarakat di Vidio yang tersebar di Medsos
(F.sr).







Comment