banner 728x250

Problema Dunia Pendidikan Bintan, Begini Menurut Sudut Pandangan Seorang Advokad

  • Share

Tanjungpinang, suarakepri.com – Demi mendapatkan pemahaman terhadap kasus kekerasan dan pembullyan yang terjadi dilingkungan pendidikan, anggota Persatuan Pemuda Pemudi Tempatan (PERPPAT) Bentan, menemui seorang advokad di Kafella Bt 9.

Diketahui, Advokad tersebut bernama Bahtiar Batu Bara, S.H. yang dipercayai sebagai salah seorang advokad senior di Provinsi Kepulauan Riau.

banner 336x280

Dalam pertemuan tersebut, anggota PERPPAT mempertanyakan berbagai macam pertanyaan terkait sudut pandang dari seorang Advokad dalam menyikapi kejadian yang saat ini menjadi problema dalam lingkungan pendidikan.

Bahtiar mejelaskan, bahwasanya dalam dunia pendidikan, seorang Guru itu dituntut untuk dapat mendidik muridnya menjadi lebih baik dan cerdas, jika seandainya ditemukan sebuah permasalahan dan kesalahan yang dilakukan murid, maka seorang Guru diperbolehkan melakukan tindakan hukuman dalam artian hukuman tersebut harus mendidik dan dalam batas kewajaran.

Jika seandainya ada salah satu oknum Guru memberikan hukuman yang sifatnya dalam bentuk kekerasan fisik sehingga menyebabkan adanya bekas luka, Oknum tersebut dapat dikenakan hukuman pidana sesuai dengan UU yang berlaku.

Seperti yang disampaikan oleh pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), yang tertuang pada Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 menyatakan dalam ayat (1) bahwa Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain.

Sedangkan pada ayat (2) diterangkan bahwa perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, aparat pemerintah, dan/atau Masyarakat.
Berdasarkan UU tersebut, Ia menyarankan kepada setiap Guru, sebaiknya dalam memberikan hukuman tidak boleh adanya unsur penganiayaan atau kekerasan dalam memberikan hukuman.

Maka dari itu, Ia menjelaskan, Hukuman yang dapat diterima yaitu hukuman yang mendidik, seperti memberikan teguran dan pembinaan, dan jika yang bermasalah adalah anak SMA, tentu pemikirannya lebih dewasa, sehingga tindakan kekerasan justru akan menimbulkan gangguan dalam pengendalian emosinya.

“Jadi, saya sarankan kepada setiap Guru, agar lebih bijak dalam memberikan hukuman, mungkin bisa dalam bentuk nasehat, atau kalau tidak bisa dinasehati laporkan kepada orangtuanya untuk ditindak lanjuti,” ujarnya, Sabtu (11/09).

Sedangkan kepada pihak keluarga, Ia memberikan saran agar jangan terlalu cepat melaporkan setiap permasalahan kepada pihak yang berwajib, sebaiknya mediasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah, dengan catatan, setelah mediasi dilakukan, namun tidak ada perubahan, baru mengambil langkah hokum untuk ditindak lanjuti.

“Biasanya, Keluarga yang merasa anaknya mendapatkan perlakuan tidak wajar, pasti melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib, menurut saya itu hal yang wajar dan dapat dimaklumi, agar guru tidak semena mena terhadap muridnya, namun, alangkah baiknya jika ini diselesaikan dengan kekeluargaan,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini, seharusnya Kepala Sekolah dapat memberikan bimbingan kepada setiap pendidik dilingkungan kerjanya, supaya dalam memberikan pelajaran atau memberikan nasehat kepada muridnya lebih memperhatikan rasa humanis.

Selain itu, hal ini juga perlu menjadi perhatian dari Dinas Pendidikan, agar tetap memperhatikan para pendidik dan memberikan pemahaman serta edukasi untuk meningkatkan khualitas para pendidik.

Ia juga menyebutkan, bahwasanya peran anggota Dewan perlu dipertimbangkan, mengingat dalam system tatanan Negara, Dewan juga berfungsi untuk mengawasi, menerima aspirasi dan menyalurkan keluhan masyarakat, sehingga jika ada permasalahan, Dewan dapat memfasilitasi masyarakat untuk melakukan mediasi agar terselesaikan dengan baik.

Untuk para media, ia menjelaskan agar dapat terlibat langsung dalam mengawasi dunia pendidikan, sehingga tugas media dalam memberikan informasi kepada masyarakat tersalurkan dengan baik.

“Saya rasa media boleh saja memberitakan fakta yang sebenarnya, agar masyarakat tau, karena fungsi media juga melakukan pengawasan, agar kawan-kawan didunia pemerintahan dapat mengambil sikap yang bijaksana kedepannya,” tutupnya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *