banner 728x250

Tanggapi dengan Bijak Kekerasan dan Pembullyan, Ini Tanggapan Kadis Pendidikan Kepri

  • Share

Tanjungpinang, suarakepri.com – Adanya pro dan kontra terkait pembullyan dan kekerasan dilingkungan sekolah, baru baru ini mendapat perhatian dari masyarakat dan organisasi Persatuan Pemuda Pemudi Tempatan (Perppat) Bentan.

Menyikapi permasalahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Dr. Muhd. Dali, MM mengatakan dirinya baru mengetahui informasi kejadian ini dari pihak media dan salah satu anggota Perppat Bentan pada hari Senin tanggal 06 September 2021 di ruangannya.

banner 336x280

“Sebagaimana yang telah disampaikan, saya detik ini baru mendapatkan informasi tersebut, untuk sementara saya belum mendapatkan laporan permasalahan ini dari pihak sekolah, kemungkinan hal ini sudah diselesaikan secara internal dan kekeluargaan,” ujarnya, Kamis (09/09).

Namun, Berdasarkan laporan tersebut, Ia menjelaskan pihaknya akan mengambil langkah untuk menuntaskan permasalah ini dengan sebaik mungkin, dan akan mengirim tim untuk memverifikasi kejadian, sekaligus untuk melihat sampai sejauh mana komitmen dari perjanjian itu, apakah sudah dilaksanakan sesuai dengan komitmen antara pihak sekolah dan pihak keluarga.

Ia juga mengungkapkan, Dinas Pendidikan Provinsi akan mengirimkan Pengawas Pembinaan sesuai dengan tupoksi terkait permasalahan di masing masing sekolah, adapun yang akan diturunkan adalah Bagian Penanganan Guru dan Murid yang berperan agar peserta didik dapat membangun karakter, kemudian ada Pembina Guru dibidang Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Oleh sebab itu, ia meminta untuk diberikan kesempatan dan waktu agar dapat memverifikasi, sampai sejauh mana indikasi dan dampak dari kejadian ini, baik dari tingkat karakter yang perlu diperbaiki sesuai dengan perjanjian, dan melakukan pembinaan kepada oknum guru. Agar kedepannya lebih konsisten untuk tidak melakukan perbuatan seperti ini lagi.

Menurutnya, Biasanya untuk tahap awal, akan diberikan peringatan tertulis untuk melihat sampai sejauh mana kejadian ini dapat diselesaikan dan lakukan oleh pihak sekolah. karena manajemen berbasis sekolah memang sudah diserahkan sepenuhnya kepada Kepala Sekolah untuk menyelesaikan permasalahan internal. Kecuali, Tidak ada benang merah atau tidak ada jalan tengah.

Dengan adanya informasi ini, ia sangat bersyukur dan berharap agar kejadian tersebut dapat diselesaikan dengan baik, kemudian, Kepala Sekolah juga sudah menanggapi permasalahan ini dengan cepat seperti yang telah disampaikan dimedia.

Ia berharap agar kejadian ini tidak melebar kemana-kemana, dan mengajak setiap pihak untuk bersama sama mendinginkan permasalahan ini. Semoga ini menjadi suatu kritikan dan menjadi alat untuk perubahan, kata orang bijak, kritikan merupakan awal dari suatu perubahan, kalau tidak dapat menerima kritikan, hancurlah sudah.

“Jika statement saya dianggap berguna dan menjadi konsumsi publik, saya berharap statement ini dapat menyejukkan masyarakat, karena yang kita ketahui, maklumlah pada saat ini nama etik guru perlu dijaga dan diperhatikan, oleh sebab itu saya mengambil perhatian dan menanyakan langsung pada pihak sekolah,” Ungkapnya.

Ia juga memaklumi tindakan yang dilakukan media dan organisasi Perpat sebagai pengawas dan mengawal kejadian ini, dengan tujuan agar murid yang menjadi korban dapat sekolah dengan baik, sehingga para guru dapat mendidik dengan membimbing para murid dengan didikan yang selayaknya. Tidak bertindak emosional yang dapat merugikan orang lain, apalagi emosional yang tidak mendidik.

“Makanya, emosional yang diharapkan adalah emosional yang dapat membangun dan memberikan karakter positif serta edukasi sehingga menjadi seorang edukasi yang baik, Saya pikir ini harus ada perubahan dan menyadari kesalahan, ini merupakan suatu hal yang perlu diperbaiki agar kedepannya dapat lebih baik,” tutupnya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *