banner 728x250

Berikan Kesaksian Atas Dugaan Pembakaran Lahan, Tiga Orang Saksi Dimintai Keterangan

  • Share

Bintan, suarakepri.com – Sebelumnya, diberitakan bahwa adanya dugaan pembakaran lahan oleh seorang Petani bernama Agus Riyadi, yang membakar lahan hutan milik PT BMW di Desa Toapaya, Kecamatan Gunung Kijang.

Melanjutkan persidangan kasus ini, Bahktiar Batubara, S.H selaku Penasehat Hukum dari Agus Riyadi, menghadirkan tiga orang saksi yang meringankan saat persidangan, pada hari Kamis, 30 September 2021 di Kantor Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

banner 336x280

Adapun ketiga orang saksi tersebut bernama Amin Sitorus, Arianto, dan Rosin. Ketiga orang saksi ini dipilihnya, karena dinilai mengetahui secara pasti kronologis permasalahan yang terjadi.

Pada saat dipersidangan, Saksi Rosin ditunjuk pertamakali untuk memberikan keterangan, dari hasil yang diberikan, ia mengaku bersempadan langsung lahan kebunnya dengan terdakwa Agus.

”Pak Agus berkebun sejak 2018. Kebunnya disebelah kebun saya,” ucap Rosin.

Menurut pengakuannya. Yang dibakar pada saat itu, hanya sampah berupa potongan kayu-kayu kecil dengan ukuran sekitar 15×20 meter.

Pada saat pengacara mempertanyakan, apakah api itu melebar ketempat lain. Ia menjawab ”Tidak mungkin melebar, karena diarea itu sudah lapang, bukan semak-semak.” Ujar Rosin.

Masih sambunya.- Setiap kali mau panen, dirinya selalu dilarang oleh security PT BMW. Padahal sebelumnya tidak pernah dilarang. Saat ini, petani dilarang beraktifitas dan jalan menuju perkebunan.

Kemudian, pertanyaan dilontarkan oleh Jaksa, Eka Putra Kristian Waruwu, S.H., M.H. yang mempertanyakan kepada Rosin. Apakah pernah melihat terdakwa Agus membersihkan lahan.

Rosin menjawab ”Selama yang saya ketahui, hanya kayu-kayu yang kecil ditebas, dibersihkan, ditumpuk dan kemudian dibakar sampahnya. Selain itu, sebelumnya belum ada larangan terkait pemanfaatan lahan oleh para Petani, karena sudah mendapatkan izin dari RT setempat,” terang Rosin.

Setelah mendapatkan kesaksian dari Rosin, kemudian Amin Sitorus yang juga berprofesi sebagai Petani yang memanfaatkan lahan dilokasi yang sama dimintai keterangan.

Dalam keterangannya, ia menyebutkan. Bahwasanya dikebun, Agus sudah menanam tumbuhan Kopi, Pokat dan Kacang Tanah.

“Sebelumnya, Pak Agus memang sudah menanam disitu, dan seperti yang disampaikan oleh Pak Rosin, Saya juga mendapatkan pelarangan untuk masuk oleh PT BMW setelah kejadian pembakaran, dan POS Penjagaan juga dibangun setelah para petani dilarang masuk,” ungkap Amin.

Selanjutnya. Tiba giliran saksi yang terakhir. Ariantono selaku Petani ditempat tersebut menjelaskan, bahwasanya jalan menuju kebun, masih jalan tanah.

”Perlu diketahui, jalan menuju akses tersebut masih jalan tanah, sehingga hanya motor yang bisa masuk, sedangkan untuk mobil susah,” ujar Arianto.

Pada saat ditanyakan, apakah mengetahui kapan terjadinya kebakaran. Ariantono mengaku tidak tahu kapan kebakaran itu terjadi. Namun. Ada melihat bekas kebakaran sedikit saat mencoba memasuki Kebun yang digarapnya.

”Saya tidak tahu pasti, yang saya ketahui, saya melihat potongan-potongan kayu sebanyak tiga onggok. yang dibersihkan itu sekitar 1 kavling,” ujar Arianto.

Setelah mendapatkan kesaksian dari ketiga orang tersebut, selanjutnya sidang akan diteruskan kembali pada hari Kamis, pekan depan untuk mendengar keterangan dari terdakwa Agus.

  • Share