banner 728x250

Aksi Demo Imigran Tuntut Negara Ketiga, PKBI Kepri: Perlu Adanya Psiko Edukasi

  • Share

Tanjungpinang, suarakepri – Sebelumnya diketahui puluhan Imigran asal Afghanistan melakukan demonstrasi di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang pada hari Senin tanggal 27 September 2021 lalu.

Berdasarkan informasi yang didapatkan di lokasi, dari salah seorang Imigran bernama Yahya Zamili mengungkapkan, pada saat ini sudah banyak para Imigran yang depresi dan melakukan bunuh diri. Sehingga dengan kejadian ini. Mereka menuntut kejelasan status mereka dan memperjuankan kemerdekaan yang hanya dapat dilakukan dinegara ketiga.

banner 336x280

Menanggapi permasalahan tersebut, Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kepri, Ahmad Syahroni mengungkapkan. Bahwasanya memang sudah sewajarnya para Imigran melakukan aksi tersebut.

Seperti yang diketahui, didalam pengungsian saat ini, banyak para Imigran sudah menetap dipengungsian sejak 5 sampai 15 tahun yang lalu.

“Bukannya sok tahu, memang kami sudah terlibat sejak tahun 2019 bersama International Organization for Migration (IOM). jadi kami cukup mengenal perjalanan kawan-kawan dipengungsian,” ujarnya.

Ia mejelaskan. Bayangkan saja, pada saat ini para Imigran harus tinggal dinegara yang memang awalnya bukan menjadi tujuan sebelumnya dengan fasilitas apa adanya, ditambah dengan keputusasaan atau yang tidak memiliki tujuan hidup.

Sebenarnya. Persoalan saat ini, karena para Imigran sudah merancang sendiri mimpinya, dimana ingin berada dinegara ketiga, namun. Tiba ditengah perjalanan tidak mendapatkan jawaban.

Hal ini tidak bisa dipaksakan, karena memang kebijakan-kebijakan Negara ketiga itu yang memang tidak bisa mendukung para Imigran pada saat ini.

Sehingga, Timbullah rasa kekecewaan dalam diri para Imigran yang diluapkan dengan cara-cara yang menurutnya menyuarakan haknya.

“Sayangnya, ruang itu menurutku kurang tepat, karena persoalan ini tidak bisa dijawab oleh Indonesia sekalipun. Karena Negara ketiga punya kewenangan sendiri, kalau ditanya mau berapa lama, Indonesia sendiri tidak mampu menjawab. Mau gimana jawabnya, yang bisa jawab itu hanya Inggris, Swiss, Kanada, dan Amerika,” ungkapnya.

Masih sambungnya.- Bayangin mereka hidup diantah berantah yang tidak tau tujuan hidup. jadi wajar saja Psikologisnya terganggu. Dan ini butuh proses yang panjang untuk mengembalikan kesadarannya kembali.

Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh para Imigran yaitu bagaimana caranya mebangunkan kesadarannya, bahwa ini diluar batas kemampuan banyak pihak. Hal ini tidak gampang. Karena pola pikirnya, telah memposisikan dirinya sendiri sebagai korban, sehingga adanya keinginan yang cepat untuk segera dipindahkan ke Negara ketiga.

Jadi, yang perlu mereka ketahui. tidak ada yang bisa menjawab dengan cepat kapan para Imigran ini dapat segera dipindahkan ke Negara ketiga.

Selanjutnya, yang perlu dilakukan yaitu. Adanya peran aktif dari lingkungan sekitar, seperti yang saat ini sudah kami lakukan semenjak tahun 2019 hingga saat ini. Salah satunya penguatan psikologis.

“PKBI saat ini sudah terlibat untuk membantu mereka dalam penguatan psikologis, seperti psiko edukasi, dan banyak keterampilan-keterampilan yang bekerjasama dengan IOM, yang sudah kami lakukan untuk kawan-kawan para Imigran,” ujarnya.

Itulah salah satu contoh yang bisa dilakukan saat ini, Ketika nantinya para Imigran sudah menyadari tentang dirinya. Setelah itu, setidaknya para Imigran bisa menerima untuk penerimaan diri.

Ini juga merupakan langkah pertama, agar seseorang bisa memiliki kekuatan untuk hidup, jika mampu menerima kenyataan yang sedang dihadapi. Kalau tidak bisa menerima, maka orang tersebut akan memberontak terus

Jadi terimalah kenyataan, dan jangan menyangkal dulu kalau ini memang sudah jalannya, Soal kemampuan untuk merubah kedepannya, hal tersebut tidak ada yang mengetahui.

Dan saat ini, sudah ada beberapa Imigran yang menunjukan perubahan, sehingga tidak ada penyesalan dikehidupannya saat ini, jadi. Beberapa Imigran mulai mencari kehidupan, dan telah memberikan kontribusinya pada masyarakat.

“Setidaknya mereka telah merubah citranya dimasyarakat. Berarti dia sudah mampu menerima dirinya, otomatis citranya dimasyarakat juga lebih baik. Dan sebaiknya hal ini juga didukung oleh masyarakat sekitar, daripada dia terus memberontak, lebih baik berikan peluang,” tutupnya.

  • Share