banner 728x250

Birokrasi Yang Berbelit, Dua Investor Amerika Potensial Batal Berinvestasi di Kepri

  • Share

Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Akibat masih berbelitnya birokrasi dan perijinan di Indonesia khususnya Provinsi Kepri, dua investor asal Amerika Serikat (USA) batal berinvestasi.

Padahal, kata Bobby Jayanto yang merupakan Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, bahwa dua investor asal USA itu adalah calon investor yang berpotensi mendatangkan keuntungan cukup besar untuk daerah.

banner 336x280

“Padahal investor yang saya bawa itu merupakan perusahaan ternama dan cukup dikenal dunia. Karena tidak ada kepastian akhirnya investor dari Amerika itu enggan, beralih ke Singapore. Meski mereka lebih berminat berinvestasi di Indonesia, khususnya Kepri,” ujar Bobby saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor DPRD Kepri di Dompak, pada hari Senin (27/9).

Bobby yang enggan menyebutkan dua perusahaan itu, menjelaskan bahwa Investor yang tidak bisa diremehkan, telah berminat dan menunggu kepastian dari pemerintah.

“Seharusnya Pejabat daerah yang dapat menjembatani kebutuhan investor. Untuk kebutuhan lahan, kami sudah melakukan survei di Batam dan Tanjungpinang. Akhirnya batal dikarenakan aturan yang berbelit dan pemerintah daerah tidak ada kepastian,” tegasnya.

Dengan adanya Undang-undang cipta karya,
Bobby menjelaskan lagi seharusnya pemerintah seharusnya fleksibel.

“Selain akan mendapatkan keuntungan bagi daerah, penyerapan tenaga kerja cukup signifikan dengan kehadiran dua investor Amerika tersebut. Apalagi ditengah Pandemi Covid-19 yang melanda ini, masyarakat akan terbantu,” tambahnya.

Lanjut Bobby, pemerintah dan stakeholder harus ada terobosan yang nyata (reel) dan memangkas peraturan yang berbelit.

“Good Will, jemput bola lah, bisa menjembatani dan memberikan kemudahan,” pungkasnya.

Bobby juga melihat, banyak dari kepala daerah dan pemerintah menyatakan akan adanya investasi yang masuk.

“Nyatanya dapat kita lihat sendiri saat ini. Jadi jangan omong doank adanya investasi dari sana sini, tapi kosong dan menjadikannya sebagai propoganda politik,” ungkap Bobby.

  • Share