Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Gerakkan 28 Kader, PKBI Kepri cabang Tanjungpinang Merangkul Masyarakat yang Terpapar TB SO

1302
×

Gerakkan 28 Kader, PKBI Kepri cabang Tanjungpinang Merangkul Masyarakat yang Terpapar TB SO

Sebarkan artikel ini

Tanjungpinang, suarakepri.com – Kurangnya pemahaman masyarakat terkait penyakit Tuberkulosis (TBC) Sensitif Obat (SO) atau TB SO membuat angka penyebarannya semakin meningkat tiap tahunnya.

Menurut laporan WHO, Indonesia berada dalam daftar 30 negara dengan beban tuberkulosis tertinggi di dunia dan menempati peringkat tertinggi ketiga di dunia terkait angka kejadian tuberkulosis.

Menanggapi hal tersebut. Anggi Widodo selaku Koordinator program TB LSM PKBI Kepri cabang Tanjungpinang menjelaskan, untuk mengatasi penyebaran penyakit TB SO saat ini, untuk di level nasional program TB dipegang oleh PR Konsorsium STPI-Penabulu, sedangkan di level Provinsi SSR PKBI Kepri dibawah SR Penabulu. Kamis (27/01)

Melalui program tersebut, PKBI Kepri berperan sebagai lembaga yang terjun langsung kemasyarakat dalam membantu menangani penyebaran TB SO melalui para kader PKBI Kepri.

“Saat ini, total Kader PKBI Kepri cabang Tanjungpinang berjumlah 28 orang, dan sampai sekarang aktif dalam melakukan pencegahan melalui kegiatan investigasi kontak disetiap indeks kasus, memberikan edukasi melalui kegiatan penyuluhan dimasyarakat,” ujarnya.

Meskipun sudah melakukan upaya pencegahan dengan menggerakkan para kader. Namun, kurangnya keterbukaan masyarakat akan kondisi kesehatannya masih menjadi permasalahan dan tantangan yang sedang dihadapi PKBI Kepri saat ini.

“Kalau bicara tentang tantangan ya, saat ini masih banyak masyarakat yang belum terbuka akan penyakitnya. Ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan keluhan dan tanda-tanda penyakit TB SO dan Covid-19 hampir sama, sehingga masyarakat semakin takut untuk lebih terbuka,” pungkasnya.

Selain itu ia juga menerangkan, untuk mengatasi permasalah ditengah masyarakat, perlu adanya dukungan dari pemerintah setempat dan media lokal untuk terus membantu dalam memberikan edukasi terkait penyakit TB.

Meski saat ini pemerintah daerah dan lembaga lainnya telah melakukan upaya semaksimal mungkin dalam memberikan informasi dan pelayanan yang terbaik. Namun, masih banyak masyarakat yang masih merasa bingung dan kurang terbuka.

“Menurut saya, meski upaya yang dilakukan saat ini sudah sangat baik. Namun perlu adanya kerjasama yang lebih maksimal antara pemerintah, lembaga dan media dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, agar masyarakat dapat lebih terbuka dan menerima kondisinya saat ini,” tutupnya.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat