Kadiskes Kepri : STR Tenaga Kesehatan Itu Wewenang Pusat

  • Share
Kadiskes Kepri, Tjetjep Yudiana saat bersama kepala BPOM. | Ist

Untuk Pelamar Tertentu Cukup Surat Keterangan Mendaftar STR

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com РSurat Tanda Registrasi (STR) Tenaga Medis begitu menjadi kendala besar bagi para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari formasi tenaga kesehatan. Karena di beberapa tempat yang ingin mereka tuju seperti formasi dari nasional hingga daerah  diharuskan memiliki STR untuk tenaga Dokter, Perawat hingga Bidan.

banner 336x280

Bahkan ada beberapa pelamar dari tenaga dokter, perawat dan bidan yang telah mengajukan STR ini belum juga keluar, bahkan ada juga yang belum keluar selama setahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan melalui ponselnya bahwa STR ini merupakan kebijakan dan wewenang dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatannya.

“STR ini wewenang dari pemerintah pusat yaitu Kemenkes, pihak kita (Dinas Kesehatan Kepri-red) hanya memfasilitasi persyaratan para pendaftar dari tenaga kesehatan yang ada di Kepri. Yang mengeluarkan STR ini adalah mereka, bukan kita,” ujar Tjetjep.

Tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, apoteker, sanitarian, ahli gizi, petugas Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dan analis laboratorium diharuskan memiliki izin praktik atau STR ini sejak dimulai tahun 2011 lalu.

Selama ini tenaga kesehatan yang diwajibkan punya izin praktik hanya dokter dan dokter gigi. Nantinya tenaga kesehatan yang belum memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) layaknya dokter tidak boleh praktik dan bekerja di pelayanan kesehatan serta diragukan kualitasnya.

“Sementara itu kebijakan atau wewenang yang telah dilimpahkan kepada kita, Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, itu cuma tenaga kesehatan seperti anatesi dan asiten apoteker. Sementara itu untuk tenaga kesehatan seperti dokter spesialis, dokter umum,dokter gigi, apoteker, Bidan, dan Perawat, itu tetap kebijakan pusat,” jelasnya.

Sebenarnya Tjetjep secara pribadi tidak setuju bila dipaksakan dan diharuskan memiliki STR ini sebelum betul-betul telah memulai praktek atau bekerja. Karena baginya, ini akan memberatkan para pelamar dari tenaga kesehatan yang ada.

“Tetapi pemerintah pasti memiliki kebijakan terhadap persyaratan itu. Berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan para pelamar yang wajib memiliki STR ini adalah Tenaga Kesehatan Dokter, Dokter Gigi, Dokter Spesialis, dan Apoteker,” tegasnya.

Sementara itu untuk tenaga kesehatan lainnya seperti Tenaga Kesehatan seperti Bidan, Perawat, dan Asisten Apoteker bisa menggunakan STR apabila telah memilikinya. Atau cukup menyertakan Surat Keterangan telah terdaftar dan sedang dalam pembuatan Surat Tanda Registrasi (STR) ini sebanyak satu lembar yang dapat diperoleh di Dinas Kesehatan Provinsi Kepri.

“Apa peraturan dan kebijakan yang telah diatur oleh pemerintah harus dapat kita patuhi dan penuhi. Seperti apa yang telah tercantum dalam aturan tersebut maka harus kita ikuti,” ungkapnya.

Sementara itu, bagi para pelamar dari tenaga kesehatan seperti Perawat, Bidan, dan Asisten Apoteker mulai tidak bimbang lagi dengan adanya kebijakan ini.

Seperti yang dilakukan oleh Nuryeni, salah pelamar dari tenaga perawat, ia telah bisa mendaftar dan mengirim lmarannya menggunakan surat keterangan telah terdaftar.

“Ya bang, kini kami tidak bingung lagi, karena kami sudah bisa menggunakan surat keterangan kami ini (Mendaftar STR) untuk mendaftar dan melamar CPNS,” ungkapnya.

[sk]

  • Share