Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Tetangga Sebut Orangtua Azhar Dan Ilham Pemalas Serta Punya Gaya Hidup Mewah

528
×

Tetangga Sebut Orangtua Azhar Dan Ilham Pemalas Serta Punya Gaya Hidup Mewah

Sebarkan artikel ini
Inilah Ismail ayah dari Ilham dan Azhar yang dikenal para tetangganya memiliki perabotan yang cukup mewah daripada menyekolahkan anaknya.

Tanjungpinang – Mengomentari adanya pemberitaan tentang Azhar dan Ilham yang putus sekolah serta berjualan koran, para tetangga orangtua kedua adik beradik itu ikut berbicara. Dimata tetangganya, ayahnya bernama Ismail dan ibunya bernama Ilo panggilan akrabnya dikenal malas serta memiliki gaya hidup mewah daripada mementingkan kebutuhan pendidikan anak.

Kedua orangtua mulai gelisah hingga naik di media, saat bantuan program pembinaan kedua anaknya terputus pada tahun 2016 ini. Karena bantuan itu mereka dapatkan pada tahun 2o14 dan 2015 yang lalu. (Inilah Penjelasan Wali Kota Terkait Dua Pelajar Dilarang Sekolah Dan Terpaksa Jualan Koran)

“Sebenarnya mereka ada empat orang bersaudara, pertama bernama Syahrizan panggilannya Izan, anak kedua perempuan telah meninggal, Azhar dan  terakhir paling bungsu bernama Ilham. Anaknya yang paling sulung, Izan tersebut berdasarkan sepengetahuan kami sekarang berada di Letung, Anambas. Dan Izan ini pun sekolahnya tidak tuntas atau tidak sampai Sekolah Menengah Atas (SMA),” ujar salah satu tetangga yang meminta namanya tidak disebutkan, pada hari Jumat malam (13/1) kepada SuaraKepri.

Dan yang sangat disayangkan, kedua orangtuanya lebih condong memiliki gaya hidup yang terhitung mewah, sementara anaknya dibiarkan berjualan koran. Mereka sendiri berdasarkan informasi asli Mensanak, Kabupaten Lingga. (Dinsosnaker Bantah Ilham Dan Azhar Telah Putus Sekolah)

“Coba abang lihat saja isi perabotan rumahnya, pasti abang geleng-geleng kepala melihat kondisi itu, sangat miris. Padahal ada juga tetangganya, yang mana itu merupakan saudara atau keponakan mereka yang lebih miris lagi kehidupan karena telah yatim piatu. Sementara alat elektronik serta perobatan mereka cukup mewah untuk golongan keluarga tidak mampu,” jelasnya. (KPPAD Kepri : Orangtua Yang Membandel Mengeksploitasi Anaknya Bisa Dipidana 5 Tahun Kurungan)

Ismail, ayahnya sehari-hari memiliki pekerjaan yang tidak jelas, sering di rumah saja dan ibunya sering minta-minta kepada para pejabat yang ada di Kota Tanjungpinang. “Jadi apa yang diwawancarai dalam televisi itu, bapaknya mengaku sebagai nelayan, sebenarnya tidak benar. Bapaknya sudah jarang turun ke laut sejak 8 tahun yang lalu. Dan speed kayu yang dititipkan dengan mereka itu milik warga Tiong Hua bernama Charli alias Pendek. Tetapi tidak pernah dimanfaatkan untuk turun ke laut,” geramnya.

Bahkan banyak para tetangganya yang sudah tak betah tinggal disana karena sering ribut dengan keluarga Ismail tersebut dan memilih pindah. “Dan sekarang yang tinggal bertetangga langsung dengan dia kebanyakan para saudara mereka.  Sempat membuka kedai atau jualan beberapa tahun yang lalu, tetapi tidak ada lagi,” paparnya.

Tetangganya berharap kedua orantua tersebut dapat ditegur oleh Pemerintah terkait membiarkan atau memfaatkan kedua anaknya tersebut. “Kalau bisa kasih efek jerahlah bang, kasihan kedua anaknya tersebut,”ungkapnya.

[sk]

Comment