banner 728x250

Pengusaha Siap Ganti Rugi Lahan Baloi Kolam

  • Share

BATAM, SuaraKepri – Pengusaha siap memberikan ganti rugi kepada warga rumah ilegal di Baloi Kolam asalkan pembangunan rumah baru dihentikan, kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau Cahya di Batam, Selasa (8/9).

Ia mengatakan pengusaha hanya keberatan dengan pembangunan rumah ilegal baru setiap hari karena akan membebani saat pembayaran ganti rugi.

banner 336x280

“Ganti-ruginya itu saya setuju, bahwa itu tugas pengusaha untuk mengganti rugi. Tapi yang kami permasalahkan orang bangun (rumah-red) siang malam,” kata Cahya.

Apalagi, saat pengusaha datang ke lahan untuk bernegosiasi soal ganti rugi, warga justru marah.

“Waktu kami masuk, malah dikasih parang. Ini sama saja penyerobotan lahan untuk kami. Itu yang kami tidak setuju,” kata Cahya.

Apindo meminta Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam bertanggung jawab terkait penyerobotan warga atas lahan yang sudah dialokasikan ke pengusaha.

“Saya titik beratkan di sini yang bertanggung jawab itu BP Batam,” kata dia.

Menurut dia, karena pengusaha sudah membayar Uang Wajib Tahunan Otorita sebagai biaya sewa lahan ke BP Batam sesuai dengan Perpres, seharusnya Direktorat Pengamanan BP Batam melakukan pengamanan atas lahan itu.

Pengusaha memang sepakat membayar UWTO yang sudah ditempati rumah ilegal. Namun semestinya Ditpam memastikan jumlahnya tidak terus bertambah.

Ia meyakinkan pengusaha akan terus mencari keadilan atas lahan yang sudah dibayar.

“Belum ada respon dari penegak hukum. Saya selalu mencari pengaduan ke mana-mana, Presiden datang, saya bilang,” kata dia.

“Saya minta tolong untuk menghentikan saja. Ini siang malam bangun baru. Hentikan dulu pembangunan itu, baru cari solusi,” ujarnya.(Ant)
[sk]

  • Share