banner 728x250

LARANGAN PERDAGANGAN DUGONG

  • Share

Ayu Liana Putri

Mahasiswa Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Banyak yang tahu bahwa Dugong itu adalaj iakan duyung. Padaha duyung tau yang biasadisebut dengan Dugong merupkan salaj satu dari 35 mamalia laut yang berada di Indonesia.

banner 336x280

Dugong adalah spesies pemakan tumbuhan (herbivora) dengan memakan lamun sebagai makanannya. Dugong dapat ditemukan diperairan dangkal, hampie semua perairan pesisir diindonesia terdapat Dugong termasuk perairan pulau bintan.

Diperairan pu;au bintan sekitar beberapa tahun yang lalu sapai dengan saat ini sering ditemukan dugong baik itu dalam kedaan mati ataupun dalam keadaan hidup yang diambil untuk dikonsumsi.

Dugong yang ditemukan dalam keadaan mati biasanya terperangkap dijaring nelayanyang ditebar untuk menangkap ikan.

Dugong yang pernah ditemukan dalam keadaan mati oleh masyarakat dikonsumsi dan dijual dagingnya karena dianggap sebagai ikan yang bernilai ekonomis tinggi.

Dugong merupakan mamalia yang satu-satunya anggota Sirenia yang berada dilaut sehingga membuat biota ini menjasi satwa rentan punah karena siklus reproduksinya yang lambat dan ancaman perburuan.

Perdagangan bagian tubuh Dugong dilarang karena Dugong termasuk kedalam daftar satwa yang dilarang untuk diperdagangkandalam segalam bentuk perdaganagan internasional yang terdapat dalamperjanjian CITES tahun 1975.

Seperti yang terjadi di Desa Kelam Pagi, Kelurahan Dompak, Dugong yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa terperangkap jaring nelayan yang dagingnya diperjualbelikan dan dikonsumsi masyarakat sekitar.

Masyarakat mengetahui tentang Dugong adalah satwa yang dilindungi, tetapi tetap saja ingin memotong dagingnya untuk dijual dan dikonsumsi

  • Share