banner 728x250

Penemuan Dugong di Desa Kelam Pagi Dompak, Membuat Para Mahasiswa Stres

  • Share

Oleh : Yeni Puspita


Mahasiswi Prodi : Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Diketahui bahwa pada hari Sabtu, kurang lebih sekitar pukul 07.00 Wib, pagi masyarakat Desa Pesisir Kelam Pagi menemukan dugong yang tersangkut jaring nelayan.

banner 336x280

Diperkirakan dugong tersebut baru saja mengalami kematian beberapa jam sebelumnya. Bersamaan dengan itu dilangsungkan kegiatan praktikum mahasiswa kampus UMRAH jurusan Manajemen Sumberdaya perairan.

Pada saat itu mahasiswa yang awal mulanya ingin melakukan wawancara kepada masyarakat pesisir guna untuk memenuhi tugas Mata Kuliah dan ditemani oleh dosen yang bersangkutan tiba-tiba lari berhamburan karena mendengarkan adanya penemuan dugong di daerah sekitar tersebut yg jaraknya diperkirakan hanya 100 meter dari titik kumpul mahasiswa. Lalu masyarakat yang dibantu mahasiswa pun mengangkat dugong tersebut naik ketepian pantai.

Awal mulanya semua orang yang ada disekitaran pantai merasa sangat senang karena bisa langsung bertemu dengan dugong meskipun dugong tersebut sudah mati. Mahasiswa beserta dosen pendamping yang awal mulanya senang tiba-tiba berubah menjadi panik saat mendengar bahwa masyarakat akan memotong dugong tersebut untuk dijadikan santapan. Kegiatan menyantap dugong terdampar memang sering dilakukan oleh masyarakat pesisir.

Lalu mahasiswa dan dosen yang bersangkutan menelpon pihak-pihak terkait untuk bisa terselamatkannya dugong dari pemotongan yang akan dilakukan masyarakat.

Alhasil setelah berjam-jam menunggu masyarakat yang awalnya senang dengan kedatangan mahasiswa tiba-tiba berubah menjadi tidak senang karena mahasiswa beserta dosen tersebut menahan mereka memotong dugong tanpa alasan yang kuat.

Namun setelah lama menunggu dan tidak adanya kedatang pihak-pihak ataupun lembaga-lembaga yang diharapkan akan datang untuk bisa menyelamatkan dugong tersebut masyarakatpun mulai memotong daging dugong serta membagi-baginya dengan masyarakat lainnya yang ada disekitar desa kelam pagi. Namun apa yang bisa dilakulan mahasiswa hanya menonton tanpa bisa melakukan apa-apa.

Rasa sedih kecewa dan marah menjadi probelma mahasiswa yang tidak dapat menyelamatkan dugong tersebut.

Alhasil setelah dugong terpotong-potong layaknya daging kurban barulah polisi beserta pihak-pihak terkait datang dan menghentikan kegiatan tersebut dan hanya sebagian dagingnya saja yang bisa tersisa dan bisa diselamatkan untuk dikuburkan dengan layak. Namun apalah daya dugong tinggal kenangan.

Hari yang sangat suram bagi mahasiswa yang tidak bisa menyelamatkan dugong tersebut. Dari sini penulis berharap bahwa untuk kedepannya pihak-pihak atau lembaga-lembaga terkait bisa lebih cepat tanggap dalam menyelesaikan masalah ini.

Diharapkan lembaga-lembaga terkait dapat melakukan edukasi kepada masyarakat pesisir serta masyarakat yang tinggal di daerah yang sering ditemukannya dugong terdampar.

Bahwa, jikalau ada penemuan dugong lagi untuk langsung menghubungi mereka serta melarang masyarakat untuk mengkonsumsi daging tersebut.

Meskipun dugong yang ditemukan sudah mati namun tetap saja harus dikubur dengan layak dikarenakan mereka adalah hewan yang dilindungi dan hanya ada dibeberapa daerah saja.

  • Share