banner 728x250

Mengelola Sumberdaya Perikanan Lewat Alat Tangkap Yang Ramah Lingkungan

  • Share

Oleh : Riska Aprilia

Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)

Kabupaten Bintan merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki sumber daya pesisir dan laut yang sangat potensial. Kabupaten Bintan memiliki potensi di bidang kelautan dan perikanan yang cukup besar baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.

banner 336x280

Hal ini karena wilayah Kabupaten Bintan sebagian besar adalah wilayah laut. Secara historis, Kabupaten ini terkenal akan tebaran pulau-pulau kecil dan wilayah laut yang luas, sehingga mengakibatkan perairannya kaya akan sumberdaya laut dan keanekaragaman hayati yang tercermin pada keberadaan ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun, terumbu karang dan berbagai macam jenis biota (ikan, udang, gonggong, kepiting,dan lain sebagainya).

Nelayan yang menggunakan alat tangkap tradisional berupa pancing, bubu dan jaring merasa dirugikan karena nelayan yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti pukat tarik. Ikan-ikan yang berukuran kecil yang bukan merupakan ikan target ikut tertangkap.

Selain itu, tangkapan yang dihasilkan menggunakan pukat tarik tidak selektif dan penggunaannya cenderung merusak ekosistem (terumbu karang).

Jika ekosistem terumbu karang rusak, maka akan menyebabkan sumberdaya ikan akan berkurang atau bahkan habis, sehingga nelayan tidak dapat mencari ikan di wilayah tersebut lagi.

Terjadinya kasus tentang penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dapat menyebabkan terjadinya berbagai macam konflik.

Sebagai contohnya konflik yang pernah terjadi antar nelayan satu dengan nelayan lain yang merasa dirugikan dengan alat tangkap tersebut ialah pada nelayan Senggarang dengan nelayan Tembeling.

Nelayan Senggarang lebih banyak menggunakan Pukat Gamat atau pukat Modern, kemudian masih menggunakan pukat tarik yang sudah dilarang.

Selain itu, terjadi pelanggaran daerah penangkapan ikan karena adanya wilayah perbatasan yang dibuat oleh para nelayan sendiri.

Berdasarkan kasus atau konflik tersebut, perlu dilakukan pengelolaan alat tangkap, baik dalam penggunaannya maupun regulasinya agar berbagai konflik yang pernah ada tidak terjadi kembali.

Dengan alat tangkap yang ramah lingkungan pula dapat menjaga kondisi dan keberadaan ekosistem yang baik sebagai habitat sumberdaya ikan.

Oleh karena itu, alat tangkap yang tidak ramah lingkungan yang sudah jelas dilarang penggunaannya tidak digunakan lagi. Hal ini dapat dilakukan sebagai salah satu upaya mengelola sumberdaya perikanan.

  • Share