Promo FBS
FBS Reliable Broker
BatamBreaking News

Inovasi Remaja Kepri, Aplikasi HumanIS PKBI Memukau Delegasi Internasional pada Workshop Kemanusiaan

2706
×

Inovasi Remaja Kepri, Aplikasi HumanIS PKBI Memukau Delegasi Internasional pada Workshop Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Foto bersama dengan 32 perwakilan nasional dan 7 orang perwakilan internasional, Minggu (23/06). /F: Thafan Casper

Batam, suarakepri.com – Sebuah terobosan teknologi kemanusiaan yang dikembangkan oleh remaja Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Kepulauan Riau berhasil menarik perhatian delegasi dari tiga negara dalam Workshop Pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Humanitarian PKBI. Acara ini diselenggarakan di Kota Batam pada 20-23 Juni 2024.

Narasumber Workshop Pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Humanitarian PKBI, Khalida Nur Djamil. /F: Thafan Casper

Khalida Nur Djamil, mahasiswa STTI Tanjungpinang dan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) PKBI, tampil sebagai bintang dalam acara tersebut. Ia memperkenalkan aplikasi Humanitarian Information System (HumanIS PKBI), sebuah inovasi yang dikembangkan oleh PKBI wilayah Kepulauan Riau sejak tahun 2023.

“Aplikasi ini merupakan hasil kolaborasi erat antara saya, sebagai bagian dari remaja PKBI Kepri, dengan pimpinan organisasi. Saya mendapat dukungan penuh dari Direktur PKBI Kepri, Bapak Ahmad Syahroni, yang juga merupakan bagian dari Humanitarian Regional Barat,” jelas Khalida.

Berdasarkan informasi yang didapat. Aplikasi HumanIS PKBI dapat diinstal pada perangkat laptop maupun smartphone. Aplikasi ini menawarkan solusi digital untuk pengelolaan informasi dalam situasi kemanusiaan. Keunggulan aplikasi ini telah menarik perhatian delegasi dari Nepal, Sri Lanka, dan India yang hadir dalam workshop tersebut.

Rajrattan Lokhande, perwakilan IPPF Humanitarian, memuji inovasi ini sebagai “pendekatan yang hebat dan inovatif” yang berpotensi untuk diterapkan di tingkat global. Sementara itu, Janaranga Dewasurendra dari Family Planning Association of Sri Lanka menyebut aplikasi ini “sangat inspiratif” dan berpotensi efektif untuk diterapkan di negaranya.

Kiran Manandhar dari Nepal dan perwakilan dari India juga menyatakan kekaguman mereka, dengan harapan dapat mengadopsi sistem serupa di negara masing-masing. Sujata Anishettar dari India bahkan menyebut HumanIS PKBI sebagai “ide yang sangat inovatif” yang dapat menghasilkan laporan advokasi yang menarik bagi pemerintah dan organisasi lainnya.

Kesuksesan ini menjadi bukti nyata bahwa remaja Indonesia mampu bersaing di kancah internasional dalam pengembangan teknologi kemanusiaan. Khalida, yang masih berstatus mahasiswa, telah membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk menciptakan inovasi yang berdampak global.

“Kami berharap aplikasi ini dapat membantu meningkatkan efektivitas respons kemanusiaan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia,” ujar Khalida dengan penuh semangat.

Dengan pencapaian ini, PKBI Kepri telah memperkuat posisinya sebagai pionir dalam pengembangan teknologi digital pada program kemanusiaan di kawasan Asia dan membuka jalan yang lebih luas bagi kolaborasi di Tingkat internasional.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat