Bintan  

Pasien Covid Meninggal di RSUD Kijang, Dinyatakan Belum Divaksin

Bintan, suarakepri.com – Sebanyak 45 orang angka kasus yang terkonfirmasi meninggal karena Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bintan, diketahui belum mendapatkan vaksinasi, Senin (08/09).

Hal ini disampaikan langsung oleh dr. Martha Regisna Silalahi (Gisna) selaku Seksi Pelayanan Medis yang menyebutkan berdasarkan dari data pasien yang masuk mulai dari bulan Januari sampai bulan Juli tahun 2021 terdapat sebanyak 686 pasien, dengan rincian Rawat Inap sebanyak 201 orang, Rawat Jalan 452 orang, Rujuk 33 orang dan kasus yang meninggal 45 orang (6,55%).

banner 336x280

Diketahui bahwasanya kasus pasien yang terkonfirmasi meninggal baru didapatkan pada bulan Juni sebanyak 7 orang, dan mengalami pelonjakan pada bulan Juli sebanyak 38 orang.

Menurut Gisna, pelonjakan kasus tersebut karena pihaknya telah menyesuaikan dengan surat edaran dari Kementerian Kesehatan yang baru, dimana untuk pasien yang terkonfirmasi meninggal karena Covid-19 memiliki beberapa kriteria.

Adapun kriteria untuk kasus konfirmasi yang meninggal karena Covid-19 dapat dinyatakan ketika seseorang yang memiliki kriteria suspek atau kontak erat, dan hasil pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigennya Positif diwilayah B atau C, maka orang tersebut sudah dapat dikatakan meninggal karena kasus konfirmasi Covid-19 tanpa harus menunggu hasil PCR.

Selain itu, yang dimaksud dalam wilayah kriteria B atau C berdasarkan surat keputusan Kepala Dinas Kesehatan nomor 52/SK-Dinkes/IV/2021 adalah wilayah yang belum mampu menghasilkan PCR dibawah 1×24 jam, sehingga untuk Kabupaten Bintan digolongkan kedalam wilayah B.

Gisna juga menyampaikan berdasarkan datanya saat ini, untuk pasien Covid-19 yang telah menerima vaksinasi belum ada satupun yang meninggal dunia, dan untuk yang mengalami gejala berat sampai saat ini belum ditemukan.

“Jika ada yang bertanya tentang vaksin, sejak awal dibuat bukan untuk menjadikan seseorang kebal terhadap virus Covid-19, namun dapat mengurangi gejala yang dirasakan, hal ini dapat dilihat berdasarkan data yang ada,” ujarnya.

“Namun untuk pasien yang belum menerima vaksinasi, mereka justru merasakan gejala yang amat berat dan bahkan pasien yang meninggal dapat dikatakan belum menerima vaksinasi sama sekali,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Stefvani Chania, M.Psi (Stefvani) selaku Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) juga menjelaskan, pelonjakan kasus dibulan Juni dan Juli dapat disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Selain itu, Stefvani menambahkan bahwasanya virus Covid-19 saat ini sudah ditemukan adanya mutasi varian baru, dimana penyebaran virusnya lebih cepat dari biasanya.

Sedangkan untuk pasien Covid-19, Stefani mengungkapkan, bahwasanya untuk biaya perawatan di RSUD Kabupaten Bintan sepenuhnya ditanggung oleh pihak pemerintah.

“Biaya pengobatan memang ditanggung oleh pemerintah alias gratis, namun untuk kompensasi bagi pasien Covid-19, baik yang sedang dalam perawatan maupun yang telah meninggal dunia, sampai saat ini pihak kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut,” pungkasnya.

Comment