banner 728x250

Masih Menjadi Tanda Tanya, Permasalahan Nelayan Perlu Adanya Perubahan Regulasi

  • Share

Bintan, suarakepri.com – Terkait permasalahan Nelayan, Taufik Raju S.Pd selaku Kepala UPT Usaha Perikanan Kecamatan Bintan Timur jelaskan berdasarkan pengalaman dan pengamatan.

Ia mengungkapkan, permasalahan para Nelayan memang sudah menjadi perbincangan selama ini.

banner 336x280

Banyak Nelayan mengeluhkan terkait BBM Solar. Hal ini wajar, dan seharusnya pembahasan tersebut sudah sampai ketahap perubahan Regulasi dan pola pikir para Nelayan.

Sebenarnya. Pemerintah sudah cukup banyak membantu para Nelayan. Namun memang kenyataannya dilapangan masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan.

Ia menjelaskan berdasarkan pemikirannya dan pengamatannya. Jika Nelayan mengeluhkan susahnya mendapatkan BBM Solar bersubsidi. maka, solusi terbaik, perlu adanya penambahan kuota Solar.

Jika penambahan kuota BBM Solar bersubsidi dapat terpenuhi. Selanjutnya, perlu adanya pemisahan pembagian Solar.

Adapun pembagian tersebut, menurutnya. Untuk Kapal dibawah 5 GT, sebaiknya di arahkan untuk mengambil ke Koperasi Nelayan Perisai, sedangkan yang diatas 5 GT dapat mengambil di PT Halim Kusuma

Jadi, memang perlu adanya Regulasi baru yang perlu diterapkan untuk para Nelayan, dan Regulasi ini adanya di ranah Provinsi.

“Seandainya ini diterima, dan nantinya ditemukan adanya permasalahan kedepannya. kita ajukan pembentukan Tim Independen yang disahkan oleh Gubernur,” Ujarnya.

Dimana, jika seandainya Gubernur menganggap permasalahan ini perlu adanya pembentukan Tim Independen. Diharapkan untuk dapat mengeluarkan SK.

“Kenapa dikatakan Tim Independen. Harapan saya, siapapun yang turun dilapangan. Harus membawa nama tim, bukan nama pribadi yang direkomendasikan oleh Gubernur,” Ungkapnya.

Menurutnya. Untuk Tim Independen yang dibentuk, dapat diambil dari pihak Kepolisian, Kejaksaan, Perizinan Syahbandar, Perikanan, LSM dan Media.

“Sehingga semua pihak yang terlibat dapat memantau dan mengawasi terkait permasalahan di Nelayan,” pungkasnya.

  • Share